Selain itu, Gus Dur juga berkisah tentang pejabat Indonesia yang suka pamer.
“Pejabat Indonesia ini narsis dan riya (memperlihatkan ibadahnya kepada umum),” ujarnya.
Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.
Gus Dur mengatakan dalam kesempatan itu, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji.
“You like salad, madame?,” tanya seorang pramusaji.
“Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, dzuhur, asyar, maghrib and isya,” jawab si Nyonya dengan percaya diri.
(Susi Susanti)