Menurutnya, tujuan utama Israel adalah menghancurkan kemungkinan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Dia mengatakan pendudukan wilayah Palestina ini menghasilkan USD50 miliar (sekira Rp768 triliun) per tahun dari penggunaan lahan.
Israel seharusnya tidak mengambil keuntungan dari pendudukan, kata Shtayyeh.
(Rahman Asmardika)