Berdasarkan sejarah, Tomo Gozen lebih dikenal sebagai onna-musha dari pada onna-bugeisha. Sebab keduanya memiliki makna berbeda. Onna-bugeisha cenderung kepada keterampilan defensif untuk melindungi diri. Sedangkan, onna-musha merupakan wanita yang tampil dalam medan perang untuk berperang.
Kisah hidup Tomoe Gozen meredup setelah Pertempuran Awazu tahun 1184. Minamoto Yoshinaka kalah jumlah prajurit ketika berhadapan dengan Minamoto Yoshitsune, sepupunya sendiri.
Yoshinaka dan Tomoe Gozen bersama 300 prajuritnya kelabakan ketika menghadapi 6000 pasukan milik Yoshitsune. Dari 300 orang yang bertahan hanya lima prajurit termasuk Yoshinaka dan Tomoe Gozen.
Yoshinaka menyuruh Tomoe Gozen untuk melarikan diri karena ia tidak ingin mati bersama wanita. Sebelum menghilang, Tomoe Gozen sempat menebas kepada musuh.
Demikian telah mengenal kisah samurai perempuan Jepang yang gagah perkasa bernama onna-bugeisha. Cerita tentang Tomoe Gozen diangkat menjadi sebuah cerita bernama The Tale of the Heike.
(RIN)
(Rani Hardjanti)