Jepang memiliki prajurit wanita yang sangat hebat bernama Jingu pada tahun 200M. Jingu merupakan permaisuri kerajaan yang memimpin jalannya pertempuran melawan Korea.
Jingu berani memberontak kepercayaan konvensional yang menganggap wanita berdiri di bawah pria. Wanita tidak hanya berperan sebagai penjaga rumah dan melaksanakan urusan rumah tangga saja. Tetapi, wanita juga dapat bertempur bersama samurai pria lainnya.
Perang Genpei (1180-1185) mengisahkan onna-bugeisha terkuat bernama Tomoe Gozen. Samurai wanita ini membawa kemenangan bagi klan Minamoto selama melawan klan Tiara. Diketahui ibu Tomoe adalah ibu susu bagi jendral Minamoto Yoshinaka.
Kekaisaran menganggkat Tomoe Gozen sebagai saudara perempuan Yoshinaka. Tomoe tumbuh menjadi samurai wanita yang dipercaya untuk memimpin pasukan perang.
Tomoe Gozen terkenal ahli menggunakan katana, pandai memanah, dan berkuda. Saking menakutkannya, semua pasukan tunduk kepada Tomoe dan mempercayai instingnya.