ROMA - Tiga wanita, termasuk seorang teman perdana menteri Italia, tewas ketika seorang pria melepaskan tembakan di sebuah kafe di Roma, melukai empat orang lainnya.
Orang-orang di dalam kafe itu dilaporkan sedang rapat sebagai bagian dari komite warga blok lokal ketika penembakan terjadi.
Roberto Gualtieri, walikota Roma, menggambarkan penembakan itu sebagai "episode kekerasan yang parah" dan mengatakan dia akan menghadiri pertemuan darurat pada Senin, (12/12/2022).
Seorang tersangka berusia 57 tahun telah ditahan. Dia memiliki riwayat perselisihan dengan beberapa dewan komite, menurut laporan yang dilansir BBC.
BACA JUGA: Penembakan Massal di Sekolah Brasil, 3 Orang Meninggal dan 11 Terluka
Wakil presiden komite Luciana Ciorba, yang berada di kafe di Distrik Fidene itu, mengatakan bahwa pria bersenjata itu memasuki bar pada Minggu, (11/12/2022) sambil berteriak "Saya akan membunuh kalian semua" sebelum menggunakan pistolnya. Dia dilaporkan dilumpuhkan oleh warga lain sebelum ditahan oleh polisi.
Dari orang-orang yang terluka, diyakini dua perempuan dan dua laki-laki, satu masih dalam kondisi serius.
Perdana Menteri Giorgia Meloni menyebut salah satu korban yang terbunuh sebagai temannya Nicoletta Golisano. Dua perempuan lainnya yang tewas dalam penembakan tersebut bernama Elisabetta Silenzi dan Sabina Sperandio.
Dalam sebuah posting Facebook, Meloni menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Golisano, mengatakan bahwa dia akan selalu mengingat temannya sebagai orang yang "cantik dan bahagia".
"Nicoletta adalah seorang ibu yang protektif, seorang teman yang tulus dan bijaksana, seorang wanita yang kuat dan rapuh pada saat yang sama," tulisnya.
"Tapi di atas semua itu dia adalah seorang profesional dengan rasa tanggung jawab yang luar biasa... Nicoletta adalah temanku."
"Tidak benar mati seperti itu," tambahnya. "Nicoletta bahagia, dan cantik, dengan gaun merah yang dibelinya untuk pesta ulang tahunnya yang ke-50 beberapa minggu lalu. Bagiku dia akan selalu cantik dan bahagia seperti itu."
Meloni juga mengatakan bahwa, tempat latihan menembak, dari mana tersangka diduga mencuri senjata yang digunakan dalam serangan itu telah ditutup dan sedang diselidiki.
Polisi belum mengomentari motivasi tersangka, yang telah diidentifikasi oleh pers Italia tetapi tidak secara resmi. Serangan itu tidak dianggap bermotif politis.
Laporan menunjukkan tersangka dan dewan penghuni blok apartemen telah terlibat dalam perselisihan sengit selama beberapa waktu.
Giorgia Meloni, pemimpin partai sayap kanan Italia Brothers of Italy, menjadi perdana menteri wanita pertama di negara itu pada Oktober.
(Rahman Asmardika)