Baku Tembak Lintas Perbatasan Pecah, Tewaskan 6 Warga Pakistan dan 1 Tentara Afghanistan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 12 Desember 2022 19:04 WIB
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Share :

QUETTA – Baku tembak lintas batas antara Afghanistan dan Pakistan menewaskan enam warga sipil Pakistan dan seorang tentara Afghanistan pada Minggu, (11/12/2022) kata para pejabat di kedua sisi perbatasan. Masing-masing pihak menuduh yang lain memulai pertempuran.

Tentara Pakistan mengatakan pasukan perbatasan Afghanistan telah melepaskan "tembakan senjata berat yang tidak beralasan dan membabi buta termasuk artileri/mortir ke penduduk sipil" di perbatasan Chaman, yang menghubungkan Provinsi Balochistan barat Pakistan dengan Provinsi Kandahar selatan Afghanistan.

Enam warga sipil tewas dan 17 terluka di pihak Pakistan oleh tembakan Afghanistan, yang menyebabkan pasukan Pakistan membalas, kata militer Pakistan dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pembunuhan itu "pantas mendapat kecaman keras".

"Pemerintah sementara Afghanistan harus memastikan bahwa insiden seperti itu tidak terulang lagi," katanya dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.

Haji Zahid, juru bicara gubernur Kandahar, mengatakan pertempuran dimulai setelah Pakistan keberatan dengan pasukan Afghanistan yang membangun pos pemeriksaan baru.

"Mereka tidak ingin kami membangun pos-pos ini di sisi perbatasan kami," katanya kepada Reuters, menambahkan hal itu menyebabkan baku tembak selama dua jam.

Juru Bicara Kepolisian Kandahar Hafiz Saber mengatakan satu tentara Afghanistan tewas dan 10 orang, termasuk tiga warga sipil, terluka.

Afganistan dan Pakistan selama puluhan tahun memiliki sengketa teritorial di perbatasan mereka dan penyeberangan Chaman ditutup selama beberapa hari setelah bentrokan serupa bulan lalu.

Chaman adalah titik perbatasan komersial terbesar kedua antara kedua negara setelah Torkham di Khyber Pakhtunkhwa. Ini adalah sumber penting pendapatan bea cukai bagi pemerintah yang kekurangan uang di Afghanistan.

Itu ditutup selama berminggu-minggu di bulan Oktober oleh otoritas Pakistan karena ancaman keamanan dan perselisihan tentang masalah mulai dari COVID-19 hingga validitas dokumen perjalanan Afghanistan.

Penyeberangan ditutup selama beberapa jam pada Minggu sebelum dibuka kembali, kata pejabat di kedua sisi.

"Insiden yang tidak menguntungkan seperti itu tidak sesuai dengan hubungan persaudaraan antara kedua negara," kata kantor luar negeri Pakistan, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang Afghanistan telah diberitahu bahwa kejadian serupa harus dihindari.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya