“Pulau yang disebut tidak berpenghuni memiliki fungsi ekologis dan budaya bagi masyarakat setempat. Mereka menggunakan pulau-pulau itu untuk menanam makanan mereka,” katanya.
"Mereka sangat membutuhkan pulau-pulau ini."
PT Leadership Islands Indonesia (LII) mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk membangun kurang dari 0,005 persen dari wilayah dari kepulauan tersebut. LII sendiri merupakan sebuah perusahaan pengembang berbasis di Bali yang memegang hak pengelolaan selama 70 tahun atas pulau-pulau tersebut dan menjadi penjual dalam lelang itu.
LII mengiklankan kepulauan tersebut sebagai peluang untuk membangun resor dan rumah mewah di 17 pulau, dengan potensi landasan udara pribadi sepanjang 1.000 meter.
Namun, juru bicara Kementerian Kelautan dan Perikanan Wahyu Muryadi mengatakan kepada AFP bahwa perusahaan tersebut belum memperoleh izin pengembangan bisnis. Ia menegaskan pulau-pulau tersebut tidak boleh dimiliki atau diperdagangkan oleh orang asing.
Perusahaan mengatakan belum memiliki izin "karena saat ini tidak menggunakan perairan" untuk kegiatan bisnis.
Rumah lelang maupun perusahaan belum memberikan perkiraan harga jual hak pembangunan di kepulauan tersebut.
Indonesia memiliki salah satu sistem terumbu karang terluas di dunia dan menampung lebih dari 17.000 pulau yang menjadi rumah bagi beragam satwa liar eksotis.
(Rahman Asmardika)