Ramalan Gus Dur soal Kebangkitan Sepak Bola Asia dan Afrika Terbukti

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 17 Desember 2022 06:55 WIB
Gus Dur/ Foto: Okezone
Share :

Meski akhirnya kalah 0-1 oleh Tim Panser Jerman di semifinal dan kandas 2-3 oleh Turki di perebutan tempat ketiga, Tim Korsel mampu menunjukan kebangkitan sepak bola Asia seperti yang telah diprediksikan oleh Gus Dur. Prediksi Gus Dur dengan membanjirnya legiun Afrika di kancah persepakbolaan Eropa juga terbukti dengan kiprah menakjubkan mereka di klub masing-masing.

Bahkan, liga terbaik di eropa saat ini, English Premier Ligue (EPL) banyak menggunakan jasa pemain-pemain Afrika maupun yang berdarah Afrika. Puncaknya, ketika Samuel Eto’o, penyerang brilian asal Kamerun direkrut oleh klub asal Rusia Anzhi Makhachkala dari Inter Milan tahun 2011 sebagai pemain bergaji tertinggi di dunia, 20 juta euro per tahun, jauh melampaui pemain terbaik dunia Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Tentu ini bukan prediksi srampangan ala Gus Dur. Dia melihat potensi kehebatan negara-negara Afrika ketika mengulas pertandingan antara Nigeria melawan Italia di Piala Dunia 1994 di AS. Meski minim pengalaman dan akhirnya tersingkir, Nigeria bermain sangat mengagumkan dalam pandangan Gus Dur, baik dalam mengorganisasi permainan, bertahan dan menyerang.

Dalam menganalisis sepak bola, Gus Dur juga kerap berkonfrontasi dengan Romo Sindhunata yang juga dikenal sebagai komentator sepak bola, wartawan sekaligus sastrawan dan budayawan.

Sindhunata mengaitkan kritikan terhadap Gus Dur dan pemerintahannya dengan teknik dalam permainan sepak bola. Sindhunata mengkritik Presiden Gus Dur yang cenderung menggunakan pola catenaccio (sistem grendel) yang kerap digunakan oleh Timnas Italia sebagai strateginya menghadapi parlemen yang saat itu sangat destruktif kala berseteru dengan pemerintah.

Pola permainan ini bertahan, cenderung tidak berkembang karena hanya menunggu kesempatan untuk menyerang sehingga membuat permainan sepak bola sangat monoton.

Itulah yang dinilai Sindhunata pemerintahan Gus Dur menjadi tidak berkembang dan tidak indah seperti kepakarannya dalam membaca sepak bola. Hal itu Sindhunata sampaikan dalam tulisannya yang berjudul Catenaccio Politik Gus Dur yang diterbitkan oleh harian terkemuka nasional pada tanggal 16 Desember 2000 hingga akhirnya mendapat perhatian Gus Dur di media yang sama. Gus Dur menanggapinya dengan menulis kolom juga dua hari setelahnya dengan tajuk Catenaccio Hanyalah Alat Belaka.

(Nanda Aria)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya