Pada penulis biografinya Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Cindy Adams, Bung Karno berkata bahwa tongkat komandonya itu tidak memiliki daya sakti atau daya linuwih.
"Itu hanya kayu biasa yang aku gunakan sebagai bagian dari penampilanku sebagai pemimpin dari sebuah negara besar", kata Bung Karno kepada Cindy Adams pada suatu saat di Istana Bogor.
Dalam biografi itu diceritakan, pernah pada suatu saat dalam pertemuannya dengan Presiden Kuba, Fidel Castro, Castro memegang tongkat Bung Karno dan bercanda,
"Apakah tongkat ini sakti seperti tongkat kepala suku Indian..?? "
Bung Karno hanya tertawa saja mendengar pertanyaan itu.