Menakar Industri Digital sebagai Harapan Besar untuk Indonesia Emas 2045

Taufik Budi, Jurnalis
Kamis 22 Desember 2022 22:01 WIB
Ilustrasi industri digital (Foto: MPI)
Share :

SEMARANG – Industri digital menjadi harapan besar Bangsa Indonesia untuk memperoleh predikat negara maju pada ulang tahun emas 2045. Digitalisasi memegang peranan penting dalam perekonomian, dan diproyeksi menjadi kekuatan utama ekonomi global di masa mendatang.

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, menyebut, Indonesia terlalu lama berkutat di bidang industri garmen, sehingga berada di posisi negara dengan pendapatan kategori lower middle income. Padahal, sejumlah negara tetangga telah melesat ke industri elektronik.

“Barangkali yang membuat industrialisasi kita tidak secepat, atau tidak sesukses tetangga kita Malaysia, Thailand, maupun Korea dan China adalah karena kita stuck di garmen. Sedangkan negara lain melaju terus dengan industri elektronik,” kata Bambang dalam agenda Indonesia Development Forum (IDF), di Bali, Senin 21 November 2022.

“Anda mungkin bertanya, apa sih salahnya dengan industri garmen? Kenapa kok kayanya dia dinilai lebih rendah dibandingkan industri elektronik? Kalau masih ingat salah satu grafik yang disampaikan Prosesor Ricardo Husmann, yang paling atas paling kompleks itu adalah machinery, kemudian tipis di bawahnya itu adalah elektronik, garmen agak di tengah,” beber dia.

“Artinya apa? Kunci keberhasilan industrialisasi suatu negara adalah kalau negara itu berhasil membangun industri yang kompleks. Istilahnya, industri yang yang susah, bukan industri yang gampang,” tandas pria yang mengawali kariernya sebagai akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (UI) itu.

Dia melanjutkan, terdapat empat sumber pertumbuhan Indonesia untuk masa depan. Di antaranya adalah manufaktur industri pengolahan, ekspor di bidang jasa, ekonomi digital, dan terakhir adalah green economy.

“Kita tahu bahwa Indonesia sebenarnya sudah sangat berhasil di tahun 1990-an melakukan transformasi ekonomi dari sektor yang basisnya adalah primer pertanian, pertambangan, beralih menjadi sektor yang sifatnya sekunder, pengolahan, terutama manufacturing ini dibuktikan tahun 1990-an di mana proporsi manufacturing terhadap PDB kita hampir menyentuh 30%,” jelasnya.

Menurutnya, pada waktu tersebut Indonesia sejengkal lagi menjadi negara industri. Namun semua harapan itu pupus, karena terjadi krisis ekonomi bersamaan dengan runtuhnya Orde Baru pada 1998.

“Tapi hari ini kita masih di middle income ya. Meskipun sudah naik sedikit dari lower middle ke upper middle, masih beda tipis antara lower dan upper-nya. Berarti poinnya, kalau ingin mencapai visi Indonesia 2045, kita butuh sekali lagi transformasi ekonomi, supaya hasilnya adalah kita naik kelas lagi,” terangnya.

“Harus ada extra effort, harus ada yang sesuatu yang baru, supaya kita akhirnya bisa naik kelas 2045 jadi negara berpendapatan tinggi atau yang biasa disebut sebagai negara maju,” tegasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya