Kendati demikian, Tiko tak surut semangatnya untuk terus merawat ibunya. Ia sempat bekerja untuk menghidupi keluargnya dengan menjadi pedagang cilor.
Kini, ia dipercaya warga di lingkungan tempat tinggalnya untuk menjadi anggota petugas keamanan. Sementara rumah mewah yang dihuni ibunya tampak tak terurus dan terbengkalai. Bahkan, rumah tersebut sudah tidak ada listrik dan air.
"(Untuk makan) saya kerja, saya pulang. Untuk belanja sendiri Ibu masih bisa. Tapi kalau untuk ngobrol itu udah gak bisa karena semua orang dianggap musuh," kata Tiko.
Sementara itu, Tiko juga kehilangan kontak dengan saudara-saudaranya sejak ayahnya pergi. Sempat ada yang datang ke rumah dengan menggunakan mobil. Sayangnya Tiko tak sempat bertemu dengan kerabat yang datang itu.
"Sejak papah pergi lost, gak tahu jejaknya ke mana. Datang di 2020 atau 2019, mobil nopolnya plat W (Sidoarjo)," kata Tiko.
Setelah kisahnya viral, tim Bang Brew TV diketahui berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menhubungi pihak dinas sosial. Terkini, ibu Eny sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
(Susi Susanti)