Periskop 2023: Ambisi Indonesia Memperbarui Alutsista Demi Sejajar dengan Kekuatan Militer Dunia

Nanda Aria, Jurnalis
Senin 23 Januari 2023 06:17 WIB
Ilustrasi F-15/ Doc: BBC
Share :

Sedangkan, kepemilikan pesawat pembom strategis Tu-16 Tupolev, memosisikan Indonesia sejajar dengan 3 negara lainnya yang juga memiliki pesawat pembom, yaitu Rusia, Amerika, dan Inggris.

Angkatan udara Indonesia pun pada 1960an malih rupa menjadi armada udara paling mematikan di dunia, dengan kekuatan 100 armada pesawat.

Kekuatan militer Indonesia era modern

Kekuatan militer Indonesia yang telah dibangun Soekarno terus berlanjut hingga era modern. Pemanfaatan teknologi digital, pesawat tanpa awak, peluru kendali, kemampuan siluman, hingga artificial Intelligence (AI) menjadi keunggulan baru dalam perangkat senjata teranyar.

Tanpa upgrade teknologi, senjata yang dimiliki sebuah bangsa hanya akan jadi perkakas usang dengan tingkat efektivitas rendah.

Karenanya, Pemerintahan Joko Widodo menggencarkan rencana strategis pertahanan nasional, yang disupervisi oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk memodernisasi Alutsista TNI. Anggaran jumbo pun disiapkan untuk upgrade teknologi ini.

Pada 2022, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) merupakan salah satu kementerian yang mendapatkan pos anggaran paling besar. Pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, Kemenhan dijatah sebesar Rp133,4 triliun, atau meningkat dari tahun 2021 yang sebesar Rp125,9 triliun.

Pagu anggaran Kemenhan pun terus meningkat di 2023 menjadi Rp134,32 triliun. Rinciannya, pagu anggaran itu akan digunakan untuk program modernisasi alutsista, non-alutsista, dan Sarpras Pertahanan sebesar Rp35,19 triliun, program kebijakan dan regulasi pertahanan sebesar Rp24,68 miliar, dan anggaran program pelaksanaan tugas TNI sebesar Rp 3,62 triliun.

Lalu, program profesionalisme dan kesejahteraan prajurit sebesar Rp12,35 triliun dan program pembinaan sumber daya pertahanan sebesar Rp 338,86 miliar.

Kemudian, Kemenhan juga akan memanfaatkan dana itu untuk program riset, industri, dan pendidikan tinggi pertahanan sebesar Rp607,89 miliar dan program dukungan manajemen sebanyak Rp 79,77 triliun.

Berbekal pagu anggaran dari APBN dan juga pinjaman, Prabowo pun telah memesan berbagai Alutsista canggih dari berbagai negara. Baru-baru ini misalnya, Kemenhan telah memesan sejumlah peralatan tempur dari Prancis, usai Prabowo bertemu Menteri Pertahanan Prancis Sebastian Lecornu di Jakarta pada 25 November 2022.

Prabowo telah menjajaki kemungkinan pembelian dua kapal selam serang scorpene. Dilansir dari Military Today, kapal selam ini mampu membawa 30 ranjau laut dan melaju dengan kecepatan 20 knots dan membawa 18 torpedo serta misil.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya