Eks Wali Kota Terlibat Perampokan, Ini Kisah Bandit Asal Blitar dari Kusni Kasdut hingga Sawito

Solichan Arif, Jurnalis
Sabtu 28 Januari 2023 11:28 WIB
Tangkapan layar media sosial
Share :

BLITAR - Mantan Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar membuat gempar karena ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim atas dugaan sebagai otak perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso pada 12 Desember 2022.

Samanhudi diciduk di sebuah lapangan futsal di Kota Blitar dan langsung digelandang ke Mapolda Jatim. Samanhudi Anwar bukan satu-satunya sosok asal Blitar dengan sepak terjang yang menghebohkan publik.

(Baca juga: Breaking News! Mantan Wali Kota Blitar Ditangkap Polisi, Diduga Dalang Perampokan Rumah Dinas)

Diketahui, ada sejumlah bandit asal Blitar yang menakutkan dan membuat heboh Tanah Air akibat sepak terjangnya. Berikut di antaranya:

1.Kusni Kasdut

Nama Kusni Kasdut pernah membuat heboh publik yang hingga kini terus dikenang. Kusni tidak hanya populer di kalangan masyarakat Blitar, tapi juga secara nasional.

Nama Kusni Kasdut dikenal sebagai penjahat besar setelah bersama timnya nekat merampok Museum Nasional Jakarta. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1963.

Kusni dikenal bernyali sekaligus licin. Saat hendak ditangkap di Semarang, Jawa Tengah, ia melawan dan seorang polisi tewas tertembak. Sejak itu Kusni Kasdut menjadi penjahat yang paling dicari.

Aksi kejahatannya tak berhenti. Ia menculik seorang dokter di Surabaya dan kepada keluarga si dokter dimintanya uang tebusan. Ia merampok seorang miliader keturunan Arab di Jakarta dan membuat si miliader tewas.

Kusni Kasdut tertangkap berulangkali. Namun berkali-kali pula berhasil kabur dari penjara yang membelenggunya. Penjara Semarang, Kalisosok Surabaya, dan Cipinang Jakarta, dengan mudah diterobosnya.

Kepada polisi yang menangkapnya Kusni Kasdut selalu mengaku berasal dari Blitar. Ia mengatakan lahir di Desa Jatituri, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar pada akhir tahun 1929.

Dalam buku “Kusni Kasdut”, Parakitri menulis, Kusni Kasdut bukan berasal dari Blitar dan Malang. Kusni lahir di Desa Bayan Patikrejo Kabupaten Tulungagung. Kendati demikian publik terlanjur lebih mempercayai Kusni Kasdut berasal dari Blitar.

Yang tidak banyak diketahui, pada peristiwa 10 November 1965 di Surabaya, Kusni Kasdut ikut berjuang di garda depan. Ia juga berjuang pada saat agresi Militer Belanda.

Petualangan Kusni Kasdut sebagai penjahat besar akhirnya berakhir. Setelah Presiden Soeharto menolak grasi yang diajukan, pada 6 Februari 1980 Kusni Kasdut menjalani eksekusi hukuman mati.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya