Kisah Mary I, Ratu Pertama Inggris yang Dijuluki 'Bloody Mary'

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis
Jum'at 03 Februari 2023 07:05 WIB
Mary I. (Foto: Istimewa)
Share :

JAKARTA – Mary I atau Mary Tudor adalah ratu pertama Kerajaan Inggris yang berkuasa antara 1553 hingga 1558. Di masa kekuasaannya yang relatif singkat itu, Mary mendapat julukan mengerikan sebagai “Bloody Mary” atau “Mary Berdarah”.

BACA JUGA: Kisah Sedih Anne Boleyn, Istri King Henry VIII yang Dihukum Mati Karena Gagal Memberikan Anak Laki-laki

Putri dari Raja Henry VIII dan Catherine dari Aragorn, Mary Tudor lahir di Greenwich, London pada 18 Februari 1516. Namun, sebagai seorang bangsawan, Mary bisa dibilang menjalani kehidupan yang cukup kelam.

Dikenal sebagai gadis cerdas di masa mudanya, Mary mengalami pukulan berat saat ayahnya Raja Henry VIII menceraikan ibunya karena tidak dapat memberikan seorang putra yang akan menjadi pewaris kerajaan. Bahkan, setelah raja Henry VIII menikahi Anne Boleyn, Catherine diusir dari istana dan diasingkan ke kasti yang terisolasi.

Perlakuan kejam Raja Henry VIII ini juga dialami Mary, yang dilarang bertemu dengan ibunya, bahkan kehilangan gelar dan statusnya sebagai pewaris takhta.

BACA JUGA: Kisah Hantu Henry VIII yang Tampakkan Diri di Depan Para Paranormal saat Berkunjung ke Istananya

Tak hanya terhadap istri dan putrinya, sikap Raja Henry VIII terhadap agama Katolik pun memburuk, terutama sejak dia menikahi Anne Boleyn, seorang Protestan. Henry VIII memutus hubungan dengan Paus, menutup biara Katolik, dan mengeksekusi orang-orang yang menolak rezim Protestan yang dia bawa.

Setelah kematian Raja Edward VI, putra Raja Henry VIII, pada 1547, Mary Tudor berada di urutan selanjutnya sebagai pewaris takhta. Namun, anggota Dewan Kerajaan tidak ingin dia menjadi pewaris karena khawatir bahwa Mary Tudor akan memulihkan kembali rezim Katolik yang dianutnya di kerajaan Inggris, dan memilih Lady Jane Grey, seorang Protestan, sebagai ratu.

Namun, sebagian besar rakyat Inggris menginginkan seorang monarki Katolik dan menempatkan Mary Tudor sebagai ratu. Pada 19 Juli 1553, Mary Tudor, yang saat itu berusia 37 tahun, diangkat sebagai ratu Inggris pertama dengan gelar Mary I.

Setelah berkuasa, Mary I langsung mengambil tindakan terhadap penganut Protestan di Inggris dan lingkungan kerajaan. Mary I melarang agama Protestan dan menghukum mati para penganutnya yang tidak berpindah memeluk Katolik.

Selama lima tahun masa kekuasaannya, Mary I menghukum mati setidaknya 300 penganut Protestan. Mereka dieksekusi di depan umum dengan cara dibakar hidup-hidup di depan para penonton yang menyaksikan.

Tindakan kejam Mary I inilah yang membuatnya mendapat julukan mengerikan Bloody Mary.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya