Kisah Mary I, Ratu Pertama Inggris yang Dijuluki 'Bloody Mary'

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis
Jum'at 03 Februari 2023 07:05 WIB
Mary I. (Foto: Istimewa)
Share :

Setelah kematian Raja Edward VI, putra Raja Henry VIII, pada 1547, Mary Tudor berada di urutan selanjutnya sebagai pewaris takhta. Namun, anggota Dewan Kerajaan tidak ingin dia menjadi pewaris karena khawatir bahwa Mary Tudor akan memulihkan kembali rezim Katolik yang dianutnya di kerajaan Inggris, dan memilih Lady Jane Grey, seorang Protestan, sebagai ratu.

Namun, sebagian besar rakyat Inggris menginginkan seorang monarki Katolik dan menempatkan Mary Tudor sebagai ratu. Pada 19 Juli 1553, Mary Tudor, yang saat itu berusia 37 tahun, diangkat sebagai ratu Inggris pertama dengan gelar Mary I.

Setelah berkuasa, Mary I langsung mengambil tindakan terhadap penganut Protestan di Inggris dan lingkungan kerajaan. Mary I melarang agama Protestan dan menghukum mati para penganutnya yang tidak berpindah memeluk Katolik.

Selama lima tahun masa kekuasaannya, Mary I menghukum mati setidaknya 300 penganut Protestan. Mereka dieksekusi di depan umum dengan cara dibakar hidup-hidup di depan para penonton yang menyaksikan.

Tindakan kejam Mary I inilah yang membuatnya mendapat julukan mengerikan Bloody Mary.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya