Saat Abdul Muis Tangkis Penghinaan Penjajah Lewat Tulisannya

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 09 Februari 2023 06:00 WIB
Abdul Muis (Foto: Kemendikbud)
Share :

JAKARTA - Abdul Muis merupakan sosok wartawan yang mendapat gelar pahlawan nasional Indonesia pertama. Dia lahir di Sungai Puar, Sumatera Barat pada 3 Juli 1883.

Abdul Muis merupakan putra Datuk Tumangguang Sutan Sulaiman. Sang ayah merupakan seorang demang yang keras menentang kebijakan Belanda di dataran tinggi Agam.

Jabatan ayahnya memungkinkan Abdul Muis memasuki STOVIA atau School tot Oleiding Voor Inlandsche Artsen. Sekolah tersebut dikhususkan untuk pendidikan dokter pribumi di Batavia pada zaman kolonial Hindia Belanda.

Ada yang menarik saat Abdul Muis bersolah di STOVIA. Saat itu, Abdul Muis sempat pingsan saat menjalani ujian praktikum.

Usut punya usut rupanya dirinya tak tahan melihat darah. Alhasil, kandaslah cita-citanya menjadi dokter, dilansir dari Sindonews.

Baca juga: Pers Diminta Kawal Pelanggaran Pemilu hingga Pelaku Dapatkan Sanksi Hukum

Abdul Muis sempat bekerja sebagai pegawai negeri pada Departemen Agama dan Kerajinan. Setelah itu ia diketahui pindah ke harian "Preanger Bode", surat kabar Belanda yang terbit di Bandung.

Selama bertugas di Preanger Bode, Abdul Muis mengoreksi karangan-karangan yang akan dimasukkan ke percetakan. Dirinya pun mendapati karangan-karangan Belanda yang berisi penghinaan terhadap bangsa Indonesia.

Baca juga: Dewan Pers: Pemberitaan Berperspektif Keberagaman Perlu Diperkuat

Abdul Muis tak terima, harga dirinya tersinggung. Dia lalu mengajukan protes kepada atasannya, tetapi tidak pernah ditanggapi.

Ia pun melawan dengan menulis karangan-karangan untuk menangkis penghinaan yang dilontarkan terhadap bangsanya oleh penulis-penulis Belanda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya