DEPOK - Kasus bentrokan antar kelompok menyebabkan satu orang meninggal dunia di Perumahan Raffles Hills, Tapos, Kota Depok, Sabtu (11/2/2023). Bentrokan ini pun memakan korban jiwa. Berikut faktanya.
BACA JUGA:Sandiaga Uno Sebut Makassar Punya Potensi Ekonomi Kreatif, Salah Satunya Kuliner
1. Dipicu persoalan utang piutang
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Ahmad Fuady mengatakan, insiden berdarah tersebut dilatarbelakangi masalah utang piutang.
Mulanya, Leha meminjamkan uang sebesar Rp300 juta kepada Muchtar. Namun baru dibayar Rp100 juta.
BACA JUGA:Serahkan Bantuan Gerobak, TGB: UMKM Adalah Sahabat Perindo
"Pada hari Sabtu tanggal 11 Februari 2023 sekira jam 14.30 WIB yang dilakukan kelompok Madura terhadap kelompok Ambon dan awal mulanya masalah bisnis antara saudari Leha dengan saudara Muchtar sebesar Rp300 juta dan sudah dibayar sebesar Rp100 juta ke saudara Muchtar," ujar Kapolres dalam keterangannya, Minggu, (12/2/2023).
2. Melibatkan kelompok Madura dan Ambon
Dia mengatakan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu melibatkan kelompok suku Madura dan Ambon. Leha yang memiliki piutang ke Muchtar (suku Madura), meminta bantuan dari jasa debt collector beretnis Ambon.
Lantaran uang tersebut belum dibayar sepenuhnya, Leha pun meminta kepada Rizal beserta kelompoknya dari suku Ambon untuk menagih utang tersebut.
"Pada hari Sabtu tanggal 11 Februari 2023 jam 14.00 WIB bersama beberapa orang lainnya dan langsung terjadi keributan antara kelompok Ambon dan kelompok Madura," ucap Kapolres.
3. Satu orang tewas dibacok
Akibatnya, satu orang berinisial MSL (42) meninggal dunia setelah mendapat luka bacok di bagian dada.
"Sehingga salah satu mengalami luka bacok pada bagian dada dan mengakibatkan meninggal dunia. Untuk korban saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat jati untuk dilakukan VER," tambahnya.
4. Polisi amankan 14 orang
Kasus tersebut pun kemudian didalami polisi. Polres Metro Depok pun bergerak cepat untuk memadamkan situasi. Tak kurang dari 14 orang diamankan usai bentrok berdarah tersebut.
"Pelaku dalam lidik diduga kelompok Madura," jelas dalam keterangan Kapolres.
5. Bukan benturan antar suku tertentu
Adapun, polisi memastikan bahwa bentrokan berdarah itu bukan konflik antar suku. Peristiwa bentrok ini murni persoalan pribadi yang tidak melibatkan suku atau kelompok tertentu.
(Nanda Aria)