Dengan enteng kiai itu pun menjawab. "Anda telah membaptis mobil saya sebelum Anda mengembalikannya. Jadi sekarang saya menyunat motor Anda,” jawabnya.
Menurut penyunting buku itu, Arndt Graf dan Johanna Pangestian-Harahap, cerita di atas itu sangat lucu sekali. Pada 2010, buku itu baru diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul ‘Tertawa Bersama Gus Dur: Humornya Kiai Indonesia’.
Profesor Graf berharap cerita-cerita lucu Gus Dur itu bisa membuat tertawa orang Jerman.
Graf diketahui sangat bersemangat saat menerbitkan kumpulan humor Gus Dur. Dia adalah seorang profesor di Asia-Afrika Institute dari University of Hamburg. Ia menerbitkan buku kumpulan humor Gus Dur itu untuk orang Jerman.
"Buku ini dijual tidak hanya di Jerman, tetapi terutama di Indonesia untuk wisatawan Jerman," terangnya.
(Susi Susanti)