Maya menyebutkan, masyarakat wajib mengenali gejala kusta agar penanganannya bisa segera dilakukan. Adapun gejala kusta, di antaranya kulit terdapat bercak putih atau merah, kulit tidak gatal namun terasa sakit. Penyakit ini membutuhkan pengobatan yang khusus dan wajib teratur dikonsumsi.
”Memang butuh sosialisasi lebih gencar lagi, agar masyarakat mengerti gejala yang dialami penderita sedini mungkin,” ujar dia.
Siapa pun yang mengalami gejala tersebut, Maya menyarankan segera berobat dan biaya ditanggung pemerintah. "Kalau terlambat ditangani, bisa berakibat fatal,” kata dia.
Sering dikatakan kusta itu penyakit kutukan, mudah menular dan tidak bisa disembuhkan. Padahal, penyakit ini sesungguhnya mudah diobati asalkan mau diobati dan disiplin dalam pengobatan dan mau berobat.
Penyakit kusta, juga bukan penyakit keturunan, tapi disebabkan kuman yang disebut myco bakterium leprae, sejenis bakteri tahan asam. Kuman ini menyerang saraf tepi, kemudian kulit dan tulang, akibatnya tulang bisa mengerut dan menimbulkan cacat permanen.
Sementara untuk dua orang warga yang terserang kusta yaitu warga di Kecamatan Sungkai Utara dan Kecamatan Blambangan Pagar, pihaknya sudah mendatangi si penderita dan memberikan obat serta vitamin secara berkelanjutan.
"Keduanya tetap dalam pengawasan kami yaitu melalui puskesmas setempat," pungkasnya.
(Awaludin)