"Setelah itu, siswa kemudian pulang ke rumah di sekitar sekolah dan kembali bawa parang. Datang ke sekolah, dia keliling kelas cari guru bersangkutan yang sudah sembunyi di ruang dewan guru. Tapi akhirnya berhasil diamankan berikut parangnya oleh sekuriti dan petugas kebersihan sekolah,” tuturnya.
Atas aksinya tersebut, pihak SMKN 5 langsung memberi sanksi skorsing dan selanjutnya dikeluarkan dari sekolah.
"Per hari Senin, kita sepakat mengeluarkan siswa itu mau pindah ke sekolah mana? Kami memfasilitasi. Kalau memang tidak sekolah lagi, nanti dicarikan program Paket C. Dibantu agar dapat ijazah Paket C," tutup Rismiyono.
(Fahmi Firdaus )