Pemberontakan sang adik ini mendapat dukungan para ulama atau para tokoh Islam namun berakhir dengan kematian Mas Alit. Berhasil membantai saudara sendiri, Amangkurat I lalu berganti menghadapi para ulama atau kiai (tokoh Islam). Para ulama ini termasuk anggota keluarganya, dengan jumlah sekitar 5.000-6.000 orang lebih konon dikumpulkan di alun-alun Plered untuk dibantai.
Bahkan Amangkurat I juga tega dengan mertuanya, Pangeran Pekik. Amangkurat I tega menjatuhkan hukuman mati terhadap Pangeran Pekik karena dituduh telah menculik Rara Oyi, calon selir Amangkurat I, untuk Mas Rahmat. Mas Rahmat yang merupakan anaknya Amangkurat I sendiri akhirnya diampuni setelah dipaksa membunuh Rara Oyi.
Betapa kejamnya tiran satu ini. Kepribadiannya yang buruk itu, membuat Amangkurat I sering berkonflik dengan berbagai pihak, bahkan termasuk dengan anak dan mertuanya sendiri.
(Qur'anul Hidayat)