MEMASUKI bulan suci Ramadhan, umat Muslim diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa. Puasa merupakan ibadah untuk menahan hawa nafsu termasuk makan, minum, mulai dari matahari terbit hingga terbenam.
Bulan suci Ramadhan dimulai 10-12 hari lebih awal setiap tahunnya. Hal itu dikarenakan Bulan Ramadhan mengikuti penanggalan lunar Hijriah. Setiap bulannya hanya memiliki 29-30 hari.
Durasi berpuasa setiap wilayah berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis tiap wilayah.
Ada beberapa negara dengan waktu puasa relatif cepat, ada pula yang lama hingga 18 jam.
1. Waktu Puasa Tersingkat
Chile memiliki durasi puasa paling singkat, dengan rata-rata waktu puasa sekira 11 jam 30 menit.
Waktu puasa di belahan bumi selatan akan sedikit lebih pendek tahun ini, dan akan terus berkurang hingga 2031.
Setelah itu, titik balik di negara bagian selatan akan terus bertambah hingga titik balik matahari musim dingin.
Selandia Baru, Argentina, dan Afrika Selatan memiliki waktu berpuasa paling singkat di dunia, dengan rentang durasi antara 11-12 jam pada bulan ini.
2. Waktu Puasa Terlama
Pada bulan Ramadan tahun ini, Islandia akan memegang waktu terlama dalam berpuasa. Mereka diperkirakan berpuasa selama 16 jam 50 menit, melansir dari The National Times.
Akibat kedekatan wilayahnya dengan kutub utara, waktu merupakan sebuah fenomena yang aneh disana. Terkadang matahari tidak muncul di sana, dan terkadang matahari hanya muncul selama 4-5 jam.
Untuk mengatasi itu, fatwa Islam menyarankan untuk mengikuti waktu berpuasa negara mayoritas muslim yang tidak memiliki waktu siang berkelanjutan, atau mengikuti waktu berpuasa Arab Saudi.
Selain itu, beberapa wilayah yang memiliki waktu puasa lebih panjang antara lain : Reykjavík, Islandia: dengan 16 jam 50 menit, Warsawa, Polandia dengan 15 jam, London, Inggris dengan 15 jam, Paris, Prancis dengan 16-17 jam, Lisbon, Portugal dengan 15-16 jam, Atena, Yunani dengan 15 sampai 16 jam.
(Erha Aprili Ramadhoni)