TERCATAT dalam sejarah, sejumlah peperangan terjadi saat bulan Ramadhan. Mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan harus menahan lapar dan haus sekaligus berusaha sekuat tenaga untuk bertempur melawan musuh. Dari Perang Badar hingga Agresi Militer Belanda, berikut perang yang terjadi pada bulan Ramadhan, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (2/4/2023) :
1. Perang Badar
Perang Badar adalah perang besar pertama yang dilakukan umat Islam. Saat itu pasukan muslim yang dipimpin Nabi Muhammad SAW bertempur melawan Suku Quraisy di Kota Badar, yang jaraknya sekitar 80 mil dari Madinah. Peperangan ini dilatarbelakangi penindasan yang dilakukan Quraisy terhadap umat Islam.
Umat Islam memperoleh kemenangan dalam Perang Badar. Padahal, pasukan muslim hanya diperkuat oleh 313 orang. Sedangkan pihak Quraisy menurunkan pasukan tiga kali lipatnya, dengan jumlah 1.000 orang. Perang Badar terjadi pada bulan Ramadan, yakni pada 17 Ramadan tahun kedua Hijriyah.
2. Pembebasan Kota Mekah
Setelah beberapa tahun hijrah dari Mekah, umat Islam dipimpin Nabi Muhammad SAW berhasil menguasai Mekah. Peristiwa yang disebut dengan Fathu Mekah ini juga terjadi pada bulan Ramadhan, yakni pada 18 Ramadhan tahun ke-8 Hijriah.
Nabi Muhammad membawa 10.000 pasukan untuk menaklukkan Mekah. Namun, beliau memerintahkan jangan sampai ada pertumpahan darah, kecuali bila terpaksa. Tanpa perlawanan, kaum Muslimin mampu menguasai Kota Mekah dari tangan Suku Quraisy. Dalam peristiwa itu, Nabi Muhammad juga menghancurkan 360 berhala di Ka’bah.
3. Penaklukan Andalusia
Peradaban Islam Eropa tak terlepas dari penaklukan pasukan muslim terhadap wilayah Semenanjung Iberia atau yang dikenal dengan Andalusia (kini Spanyol). Peristiwa tersebut terjadi pada 28 Ramadhan di tahun 92 Hijriah di Lembah Barbate.
Di masa Kekhalifahan Umayyah, Islam telah tersebar masif ke berbagai wilayah. Upaya menaklukkan Andalusia telah dimulai sebelumnya, hingga akhirnya Thariq bin Ziyad memimpin pasukan muslimin menghadapi pasukan yang dipimpin Raja Roderic. Bukan hanya terjadi di bulan Ramadhan, jumlah pasukan Muslim pun sangat sedikit dibandingnya pihak lawan. Mengutip buku Raghib as Sirjani bertajuk Bangkit dan Runtuhnya Andalusia, total pasukan yang dipimpin Thariq tak kurang dari 12.000 prajurit, sementara Roderick membawa 100.000 pasukan bersenjata lengkap. Namun, kaum Muslimin berhasil memperoleh kemenangan dan menguasai Andalusia.
4. Agresi Militer Belanda I
Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945, bertepatan dengan bulan Ramadhan. Beberapa tahun setelah itu, masyarakat Indonesia harus menghadapi peperangan dengan penjajah Belanda yang rupanya masih ingin menguasai Indonesia. Agresi militer dilakukan Belanda di wilayah Jawa dan Sumatera dalam rentang waktu 21 Juli sampai 5 Agustus 1947.
Saat itu, masyarakat menghadapi agresi Belanda pada bulan Ramadhan 1366 H, dimulai pada awal-awal puasa. Pada puasa hari ketiga, rakyat di Sumatera menghadapi aksi Belanda yang dilakukan pagi hari seusai sahur. Belanda berhasil menguasai Pantai Timur Sumatera, Pantai Barat Sumatera, dan Palembang. Sedangkan di Pulau Jawa, Belanda menduduki wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur. (Diolah dari berbagai sumber/Litbang MPI/Rahmi Rizal)
(Erha Aprili Ramadhoni)