JAKARTA - Pencurian di rumah kosong (rumsong) terjadi di Jalan Sunter Hijau II RT 01 RW 010, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (2/4/2023). Dua pelaku membobol rumah yang ditinggal pemiliknya. Aksi kejahatan ini terekam kamera CCTV.
Berdasarkan rekaman CCTV, kedua pelaku datang dengan berboncengan menggunakan sepeda motor. Satu pelaku mengenakan kaus kuning dan pelaku lainnya mengenakan kaus lengan panjang berwarna abu-abu.
Sebelum beraksi, kedua pelaku yang datang dari arah Pulo Kecil memarkirkan sepeda motornya di ujung Jalan Sunter Hijau. Keduanya kemudian jalan kaki menuju rumah yang menjadi targetnya.
Di depan rumah kosong bernomor SA 12/5, kedua pelaku sempat melihat situasi di dalam rumah termasuk sekitar lokasi. Hanya hitungan waktu kurang dari satu menit, kedua pelaku berhasil mematahkan gembok pagar dan menjebol jendela rumah.
Korban sekaligus pemilik rumah, Kartini Sabarudin (53) mengatakan, pembobolan rumah miliknya terjadi saat dirinya dan anaknya ibadah di gereja. Sepulang ibadah, Kartini dikejutkan posisi gembok yang hilang.
"Jadi kan jam 8 kurang, 7.40 WIB gitulah ya, habis gembok pagar saya berangkat ke gereja mau ibadah Minggu. Sekitar jam 10.30 WIB kita balik, tahu-tahu udah aneh. Kok gemboknya udah nggak ada, terus kita masuk, tapi masuk ke rumah pintu ke kunci," kata Kartini saat ditemui di lokasi, Senin (3/4/2023).
"Pas pintu ke kunci kita masuk kita langsung ke kamar kaget kamar udah berantakan, terus barang yang di kamar udah nggak ada. Laptop di meja, laci, lemari udah diudak-udak, ada uang perhiasan hilang semua," ujarnya.
Melihat kondisi rumahnya yang sudah hancur berantakan akibat dibobol pelaku, Kartini melihat rekaman CCTV milik tetangganya. Menurutnya kedua pelaku menjalankan aksinya dengan terstruktur bahkan terlihat lihai.
"Jadi kelihatannya satu masuk, satu lagi nyusul. Cuma semenit, gemboknya dibongkar semenit, jendelanya juga dibongkar semenit, terus yang satu lagi nyusul masuk. Dalam kurun waktu 10 menitan, mereka udah kelihatan keluar lagi udah gotong tas keluar," Tuturnya.
Dari peristiwa pembobolan ini, Kartini mengaku kehilangan sejumlah alat elektronik hingga surat berharga senilai ratusan juta. Ia pun sudah melaporkan hal ini ke Polsek Tanjung Priok.
"Kerugiannya ditotal dalam nilai di atas Rp 100 (juta) lah ya, ada laptop, uang, perhiasan, dan lain-lain. Kita sudah lapor ke Polsek Tanjung Priok, lapor kehilangan. Karena kan kita ngurus kartu-kartu, dokumen kayak SIM, STNK, kartu kredit, dan lain, laptop juga kan punya kantor," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)