PALESTINA - Salah satu pemain sepak bola Palestina yang diserang Israel ketika melakukan pertandingan buka suara. Saed Abu Saleem mengatakan pasukan Israel ingin membuat masyarakat Palestina hidup seperti di neraka.
Saed Abu Saleem merupakan penjaga gawang dan kapten klub sepak bola Palestina Markaz Balata.
"Ini adalah pendudukan. Mereka ingin membuat hidup kami seperti neraka bagi rakyat Palestina," ujarnya kepada middleeasteye, dikutip Selasa (4/4/2023).
Ini Penyebab FIFA Enggan Jatuhkan Sanksi ke Israel meski Serang Sepakbola Palestina?
Ia mengatakan ketika pertandingan itu para suporter datang untuk mendukung tim. Tetapi Israel, kata Saed, tak ingin masyarakat Palestina hidup normal.
"Para penggemar datang untuk melihat tim mereka bermain, tetapi pendudukan Israel tidak menginginkan anak atau orang tua, hidup normal seperti orang-orang di seluruh dunia," katanya.
Abu Saleem mengatakan gas air mata yang ditembakkan pasukan Israel turut masuk ke ruang ganti pemain. Hal itu membuat beberapa orang menjadi korban.
BACA JUGA:
Di sisi lain, para penggemar Palestina melakukan perjalanan dari kota-kota yang jauh di utara Tepi Barat untuk menonton pertandingan. Usai aksi serangan tim medis klub dan Bulan Sabit Merah Palestina merawat beberapa penggemar di lokasi stadion.