3. Mayjen Basuki Rachmat
Memiliki peran yang sama seperti perwira TNI AD lainnya yakni Brigjen M Jusuf dan Brigjen Amirmachmud. Mayjen Basuki Rachmat bersama dengan kedua perwira TNI AD itu dikabarkan berhasil meyakinkan Presiden Soekarno untuk membuat Surat Perintah Sebelas Maret kepada Soeharto.
Saat itu, Mayjen Basuki Rachmat merupakan menjabat Menteri Urusan Veteran dan Demobilisasi RI sekaligus sebagai orang tertua di antara kedua jenderal lainnya yang ikut menghadap Presiden Soekarno.
4. Brigjen Mohammad Sabur
Ia merupakan Komandan Resimen Tjakrabirawa yang memang memiliki kedekatan khusus dengan Presiden Soekarno. Pada saat perumusan isi Supersemar di Istana Bogor bersama dengan ketiga jenderal, Brigjen Sabur juga turut serta dalam ruangan itu.
Ia juga yang memerintah bawahannya, Letkol Ali Ebram, untuk membawa mesin ketik dan mengetik naskah dari isi Supersemar. Bahkan ia juga yang membawa salinan pertama kertas yang berisi Surat Perintah Sebelas Maret.
5. Letkol Ali Ebram
Ali Ebram adalah orang yang mengetik isi dari Supersemar menggunakan mesin tik dan kertas berkop kepresidenan, yang sebelumnya sudah diperintahkan oleh Brigjen Sabur untuk dibawa. Ia yang mengetik setiap kalimat yang diucapkan oleh Presiden Soekarno.
Surat itu diketik menggunakan kertas karbon, kemudian hasil asli yang telah diketik olehnya diserahkan kepada Presiden Soekarno. Setelah itu, surat tersebut dibawa oleh tiga jenderal untuk diserahkan kepada Soeharto. (Diolah dari sumber/Litbang MPI/Syaula Aida Rizqiyah)
(Erha Aprili Ramadhoni)