JAKARTA – Dalam Operasi Ketupat yang digelar Polri pada hari raya Idul Fitri 1444 H/2023 M, Polri akan memberlakukan buka tutup arus pada jalan tol, hingga pemberlakuan one way (satu jalur) jika terjadi kepadatan lalu lintas (lalin) pada jam-jam tertentu di jalan tol.
Hal ini disampaikan Kepala Satgas Humas Operasi Ketupat 2023 Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Menilik Kesiapan Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2023” di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/4
“Nah jalan tol nanti untuk membuat lancar tadi, kami akan pola buka tutup arus, kanalisasi, kemudian pengalihan arus, ini ada kontraflow 1 2 dan 3 lajur, kemudian one way. Ya jadi nanti kita akan berlakukan dalam kondisi yang padat, seluruh jalur kita bikin one way ya. Jadi ada jam-jam tertentu yang nanti kita akan sampaikan,” kata Ramadhan.
“Bahwa misalnya dari Jakarta, dari barat ke timur semuanya ke arah satu arah tapi kita lihat jam-jam tertentu ya,” imbuhnya.
Ramadhan menjelaskan, ini semua demi kelancaran dan pihaknya akan berkomunikasi dengan semua kepolisian khususnya lalu lintas mulai dari Polda Banten, Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah sampai Jawa Timur.
Menurut Ramadhan, pada hari ini Polri sudah menggelar technical floor game dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dengan ini, pihaknya sudah memetakan simulasinya apabila terjadi situasi seperti ini apa yang akan dilakukan, dan apabila terjadi kemacetan ini apa yang dilakukan.
“Itu semua wilayah yang dilewati semua siap ya,” imbuh Ramadhan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri ini menambahkan, tentu keterlibatan operasi ini membuat Polri siaga penuh, siaga penuh dalam artian semua anggota Polri yang melakukan operasi harus ikhlas tidak cuti.
“Termasuk saya, ya kayak saya ini saya adalah Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2023. Alhamdulillah tidak cuti, tapi tetap lebaran lebaran di Jakarta ya. artinya bukan tidak cuti tidak shalat Ied. Misalnya saya kampungnya di Sumatera lebarannya tetap di Jakarta,” tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)