JAKARTA - Mantan Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo, menilai Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Kepulauan Meranti, M Adil, merupakan hasil kerja keras Brigjen Endar Priantoro sebagai Direktur Penyelidikan (Dir Lidik).
Itu karena, kata Yudi, kasus dugaan korupsi Bupati Meranti sudah diselidiki saat Brigjen Endar masih menjabat sebagai Dir Lidik KPK. Yudi menilai, OTT Bupati Meranti juga sebagai bukti Brigjen Endar berkompeten sebagai Dir Lidik KPK.
"Para penyelidik ini menuntaskan kasus yang sebelumnya dipimpin Endar untuk membuktikan kepada pimpinan KPK bahwa Endar kompeten sebagai Direktur Penyelidikan. Buktinya kasus yang ketika itu dipimpin Endar ini tuntas dengan OTT terhadap Bupati Meranti," kata Yudi melalui keterangan resminya, Jumat (7/4/2023).
"Ini sekaligus tambahan bukti prestasi tidak terbantahkan Endar selaku Direktur Penyelidikan," tuturnya.
Yudi mengapresiasi para penyelidik KPK yang masih semangat memberantas korupsi, walau konflik internal KPK semakin kuat. Yudi menduga terjadi konflik di internal KPK buntut dari pencopotan jabatan Endar Priantoro sebagai Direktur Penyelidikan KPK.
"Peran Direktur Penyelidikan sangat sentral dalam mengarahkan dan memanajemen satgas penyelidikan di lapangan maupun di kantor KPK," ujar Yudi.
Yudi yang pernah menjadi bagian dari tim Kedeputian Penindakan KPK menjelaskan, operasi tangkap tangan (OTT) bukanlah proses yang instan. Kata dia, butuh waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk dapat menemukan bukti yang kuat.
"Jadi kesuksesan OTT Bupati Meranti oleh Penyelidik KPK ini tidak lepas dari peran Endar yang kini dicopot jabatannya oleh pimpinan KPK," ungkap Yudi.
"OTT ini juga bisa jadi bukti tambahan bagi Dewas KPK bahwa kinerja Endar tidak diragukan lagi sehingga tidak ada alasan logis mengembalikan Endar ke Kepolisian," tuturnya.
Sekadar informasi, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Kamis, 6 April 2023, malam. KPK mengamankan Bupati Meranti M Adil, puluhan pejabat setempat yang merupakan kepala dinas, serta pihak swasta, dalam operasi senyap tersebut.
Selain itu, KPK berhasil mengamankan uang tunai yang diduga merupakan bukti suap. Uang tersebut saat ini sedang dalam proses penghitungan. Uang itu diduga berkaitan dengan pemotongan Uang Persediaan dan Ganti Uang Persediaan hingga suap pengadaan jasa umrah.
(Erha Aprili Ramadhoni)