SALATIGA – Kota Salatiga mendapat penghargaan sebagai Kota Tertoleran kedua se-Indonesia. Salatiga mendapatkan nilai 6,417 dalam dalam Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Setara Institute.
Peringkat Kota Salatiga naik satu level dengan nilai 6,417 setelah sebelumnya pada tahun 2021 memperoleh peringkat ketiga dengan nilai 6,367.
Penghargaan tersebut diraih dari kerja kolaboratif dari pemerintah kota, Forkopimda, FKUB, media, institusi pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat Kota Salatiga.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani mengatakan, Launching dan penghargaan IKT Tahun 2022 merupakan laporan ke-6 SETARA Institute sejak tahun 2015, 2017, 2018, 2020 dan 2021.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah yang mendapatkan peringkat sepuluh besar, Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri, dan jajaran SETARA Institute.
"IKT publikasi ke-6 ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi kota semakin meningkat. Sejumlah 94 kota yang menjadi objek kajian merupakan miniatur Indonesia,"ujarnya dikutip, Sabtu (8/4/2023).
"Kami berharap, kota-kota yang mendapatkan prestasi dapat menularkan ilmu dan virus toleransi kepemimpinannya kepada kabupaten/kota lain," tutup Ismail.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, selain Salatiga, Solo juga salah satu yang terdaftar dalam kota paling toleran itu. Ganjar berharap akan semakin banyak kota toleran di Indonesia.
“Mudah-mudahan akan semakin banyak kota toleran yang ada di Indonesia. Nomor satu Singkawang, nomor dua Salatiga. Solo termasuk yang toleran,” ujar Ganjar.
Ganjar pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang saling menghormati. Meskipun berbeda suku, ras, agama, dan golongan, Ganjar menyebut semua dipersatukan dalam bingkai Indonesia.
Menurutnya, sebagai masyarakat Indonesia sudah semestinya menjunjung tinggi persatuan. Sebab persatuan itu akan memperindah kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Mari kita bangun semuanya, kedamaian di bumi ini dengan saling menghormati. Kalau kita bisa saling menghormati berbeda golongan, berbeda agama, berbeda suku, antar golongan itu pasti akan membikin hidup kita tambah senang,” tutup Ganjar.
(Fahmi Firdaus )