”Adapun dalam pertemuan waktu itu, Pemkot Palangka Raya menawar harga beras yang ditawarkan oleh PERPADI," ujarnya.
Keyakinan mampu membantu masalah Kota Palangka Raya ini, kata dia, mengingat daerah Tapin selalu kelebihan beras dan salah satu lumbung pangan Kalimantan Selatan.
“Produksi beras kita sekitar 361 ton per tahun, sehingga kami gencar untuk mempromosikan beras untuk daerah lain yang juga membutuhkan,” ujarnya.
Beruntungnya, kata dia, varietas beras lokal Tapin ini digemari oleh masyarakat Kota Palangka Raya. Jenis beras itu di antaranya Kupang, Mayang Unus, Ciherang, Mekongga hinga Inpari 42.
"Dengan adanya kerjasama ini kami dari pihak pemerintah berusaha untuk menyederhanakan rantai penjualan beras karena selama ini petani menjual ketempulak dengan keuntungan yang tidak seimbang. Nah, dengan semakin pendeknya rantai ekonomi beras tentunya akan lebih menguntungkan petani,” ujarnya.