JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian bencana alam yang terjadi hingga 12 April 2023 mencapai 835 kejadian, bencana didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.
Bencana sebanyak 835 kejadian itu didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem, berikut sejumlah faktanya:
1. BNPB Pastikan Siaga Potensi Bencana Hidrometeorologi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto memastikan siaga menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem saat Idul Fitri 1444 H atau Lebaran 2023.
Suharyanto pun mengatakan, pihaknya juga mengantisipasi bahaya hidrometeorologi kering, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
2. BNPB Siapkan 46 Helikopter
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan 46 helikopter untuk penanganan karhutla pada 6 provinsi prioritas, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
“Teknologi modifikasi cuaca (TMC) pun disiapkan untuk upaya pencegahan karhutla,” kata Suharyanto dalam keterangan resminya, Rabu (12/4/2023).