Pratu Miftahul Arifin gugur usai ditembak dan jatuh ke jurang sedalam 15 meter. Jenazahnya belum dapat dievakuasi.
"Sementara (jenazahnya) masih berada di lokasi (Kabupaten Nduga)," ujar Julius.
Selain itu, sejumlah prajurit juga belum bisa ditemukan dan hilang kontak.
"Kami kesulitan menghubungi karena kondisi cuaca yangg tidak menentu. Untuk itu, Panglima TNI secara terus menerus memerintahkan untuk melakukan pencarian dan bantuan tempur dengan kekuatan maksimal, itu saja yang saya sampaikan," katanya.
(Arief Setyadi )