Pada akhir sambutan, Suganda menambahkan perlu ditegaskan bahwa Kep. Babel dalam perjalanan selama 22 tahun ini masih menyisakan dua persoalan besar yaitu ketersediaan infrastruktur yang representatif seperti pelabuhan laut dengan kapasitas yang ekonomis, status bandara yang belum menjadi entry poinuntuk direct flight ke luar negeri sebagai penunjang pariwisata.
"Kemudian, ketersediaan air baku sebagai konsekuensi daerah kepulauan, dan pengelolaan sampah regional. Persoalan yang perlu menjadi perhatian adalah masih rendahnya kualitas SDM dengan indikator rata-rata lama sekolah APK berbagai jenjang pendidikan beberapa kabupaten. Untuk itu, maka perlu menitikberatkan prioritas pembangunan pada sektor ini," tuturnya.
Kebijakan di bidang kesehatan juga dilakukan selaras dengan pengembangan pendidikan, antara lain pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Bangka Belitung, yang akan dimulai penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2023.
Lalu, ada pula beberapa program pasca dan reformasi pendidikan vokasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan induksi, dalam rangka pengendalian inflasi jangka pendek pemerintah bersama dengan Bank Indonesia. Ini bertujuan untuk melaksanakan program penanaman komoditas cabe bawang dan sayur-mayur, di beberapa kelas petani di Kabupaten Bangka Tengah dan beberapa kabupaten lainnya sebagai upaya substitusi komoditas, selain kebijakan operasi pasar bantuan subsidi BBM nelayan
"Adanya kolaborasi koordinasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, diharapkan dapat menjadikan Provinsi kepulauan Bangka Belitung menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.
(Fitria Dwi Astuti )