PADANG - Seorang bocah memakai baju kaos hitam dan celana panjang dengan lengkap peci, memegang telinganya kirinya sambil mengumandangkan adzan tanda saat masuk salat Isya, namun dalam mengumandangkan adzan tersebut tidak memakai mic atau toa seperti majid lainnya.
Itu terjadi di Surau Baru, masjidnya pengikut tarekat Naqsabandiyah yang terletak di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat.
Bahkan saat mengumandangkan gema takbiran sebagai tanda besok merayakan Idul Fitri tanpa memakai alat pengeras suara termasuk saat salat.
“Kebiasaan ini sudah dilakukan sejak dulu, masih jama Syekh Thaib sebagai pendiri surau ini sekaligus guru di Naqsyabandiyah,” ujar Imam Surau Baru, Zahar, Rabu (19/4/2023).
Pernah ada mic dulu saat guru sebelumnya namun saat Maulid Nabi Muhammad SAW, kata Zahar, Mak Tuan guru sebelumnya melarang memakainya sampai sekarang. Alasan tidak memakai mic tersebut menurut Zahar ada ajaran dari Syekh Thaib.
“Tuhan itu tidak tuli, kalau manusia mau beribadah (salat) pada waktunya dia akan tahu sendiri tidak perlu diteriaki dengan mic, karena hati manusia yang tidak salat itu sudah tuli karena tidak melihat waktu. Itulah alasan kami tidak menggunakan mic,” ucapnya.
Surau Baru didirikan sekitar tahun 1910 oleh Syeikh Tahib, masjid ini sudah berdinding tembok tapi lantainya masih papan sebagian tonggaknya juga masih ada kayu yang sudah mulai termakan usia.
(Khafid Mardiyansyah)