JAKARTA - Indikator Politik Indonesia (IPI) dalam surveinya mengungkap tiga nama paling potensial sebagai calon wakil presiden (cawapres) alias big three. Ketiganya adalah Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Dari ketiga nama tersebut, Erick Thohir adalah kandidat yang berasal dari non parpol. Erick berada di posisi ketiga dengan angka 11,8 persen. Sedangkan Ridwan Kamil berada di urutan pertama dengan elektabilitas 19,7 persen dan Sandiaga Uno 18,4 persen.
“Selisihnya tidak terlalu jauh, tidak jauh bedanya terutama di nama teratas, Ridwan, Sandi dan Erick,” terang Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi, Jumat (21/4/2023).
Dengan ini nama Erick Thohir meningkat satu posisi dari hasil survei IPI sebelumnya. Dalam hasil survei sebelumnya Erick Thohir bersaing dengan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di posisi empat dan tiga.
Namun setelah dua bulan berselang, Erick Thohir berhasil menyalip AHY di posisi ketiga bursa cawapres versi IPI. Burhanuddin menjelaskan kenaikan elektabilitas oleh Eks Presiden Inter Milan tersebut tidak lepas dari keberhasilannya dalam meredam dinamika di dunia sepak bola Indonesia.
Di mana Indonesia terancam oleh sanksi berat FIFA setelah pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20. Berkat kepiawaian negosiasi yang dimiliki oleh Erick Thohir FIFA akhirnya hanya memberikan sanksi ringan kepada Indonesia.
Hal ini menjadi salah satu keberhasilan kepemimpinan Erick Thohir di PSSI sehingga memberikan insentif elektoral pada bursa cawapres versi IPI.
“Ada efek elektoralnya buat Erick Thohir sebagai cawapres. Sebagai cawapres ternyata ada insentif elektoralnya terkait dengan jerih payah sebagai Ketum PSSI,” pungkas Burhanuddin.
(Qur'anul Hidayat)