SLEMAN - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asrul Sani berharap Calon Presiden (capres) dan cawapres yang diusung PPP nanti sesuai dengan kriteria atau pakem yang ada selama ini.
Arsul mengatakan PPP memang belum mengerucutkan nama bakal calon wapres karena sejauh ini baru sampai kriteria saja. Ia mengungkap kriteria yang ditetapkan PPP memang menginginkan agar pola pakem setelah era reformasi terus dipakai.
"Pakem bahwa (ketika) presidennya dari kalangan religius maka wapresnya nasionalis atau kemudian sebaliknya," terang dia.
BACA JUGA:
Asrul menyebut pakem nasional-religius atau religius-nasional tersebut sudah mereka ikuti sejak jaman presiden Gus Dur-Megawati kemudian Megawati-Hamzah Haz, SBY-JK, Jokowi-JK kemudian Jokowi-Maruf Amin.
"Yang keluar dari pakem kan SBY-Budiono kemudian kembali lagi di era Pak Jokowi," tambahnya.
BACA JUGA:
Ia mengatakan PPP berharap pakem itu tetap dipertahankan hingga Pilpres 2024 mendatang.Menurut Arsul sosok religius cocok duduk di kursi wakil presiden.
"Selebihnya detilnya nanti biar pak Plt ketua umum," tambahnya.
Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berencana mengumumkan nama bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada hari ini, Rabu (26/4/2023).
Partai berlambang Kabar itu akan mengumumkan nama usai para elitnya rampung menggelar rapat pimpinan nasional kemarin, Selasa (25/4/2023).
"Rapimnas sudah selesai, tetapi besok baru diumumkan capresnya di acara pasar rakyat antara jam 13.00-17.00," kata Juru Bicara PPP Usman M Tokan saat dihubungi Selasa (25/4/2023).
( Muhammad Fadli Rizal)