Dari sana, mudah untuk melihat bagaimana komunitas religius itu mempertahankan hidup mereka, jauh dari mata para tetangga. Kicau burung memantul dari bukit dan terdengar suara air terjun di kejauhan. Ini adalah kondisi yang ideal untuk berkontemplasi.
Tapi tidak ada sisa bangunan yang disiram bensin dan dibakar. Di tepi tempat itu ada gundukan tanah yang panjang, satu-satunya penanda kuburan massal, tempat jasad dari jemaat gereja itu dimakamkan.
( Muhammad Fadli Rizal)