COCKEYSVILLE - Seorang pemuda 15 tahun menembak mati kedua orangtua dan dua adiknya saat tengah tertidur di rumah mereka, di pinggiran Baltimore, Amerika Serikat. Dia lalu menunggu 24 jam sampai akhirnya memanggil polisi.
Pemuda bernama Nicholas Waggoner Browning itu membunuh keluarganya Jumat lalu. Dia lantas menghabiskan waktu pada Jumat malam dan sepanjang hari Sabtunya dengan teman-teman dia, sebelum kembali dan melapor telah menemukan tubuh ayahnya.
"Browning kemudian ditangkap pada Minggu 3 Februari setelah mengakui pembunuhan itu," ujar juru bicara kepolisian Baltimore, Bill Toohey, seperti dilansir Associated Press, Senin (4/2/2008).
Browning menghadapi tuduhan layaknya orang dewasa atas empat pembunuhan tingkat satu terhadap ayahnya yang pengacara John Browning (45), ibunya Tamara (44), serta kedua adiknya Gregory (13), dan Benjamin (11).
Pada Jumat malam, anak belasan tahun itu pergi dari rumah setelah menembak keluarganya yang sudah tidur. Senjata yang digunakan adalah milik ayahnya yang disimpan di rumah itu.
Setelah membunuh, dia melempar senjata itu ke semak-semak di dekat rumah. "Senjata itu telah ditemukan." ujar Toohey.
Ketika kembali ke rumah pada Sabtu pukul 17.00, Browning masuk ke rumah dan kembali keluar untuk mengatakan kepada teman-temannya bahwa ayahnya dibunuh. Browning lalu menghubungi 911.
Polisi menyebut, ayah Browning ditemukan di kamar lantai dasar, sedangkan ibu dan dua adiknya ada di kamar lantai atas. "Tidak ada tanda-tanda perlawanan," ungkap Toohey.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.