"Jadi kepada negara-negara ini hati-hati jangan percaya iklan di sosmed, tawaran gaji tinggi tanpa meminta kualifikasi khsus, bekerja tanpa visa kerja," ujarnya.
Sementara untuk penyelamatan 20 WNI di Myanmar itu, dia mengaku komunikasi terus berjalan dengan baik melalui komunikasi pihak luar.
"Kita melakukan berbagai macam langkah untuk melakukan penyelamatan pada 20 WNI kita, utamanya di Myawaddy melalui jalur-jalur formal dan informal. Kasus ini menjadi prioritas kita," tuturnya.
(Nanda Aria)