PYONGYANG - Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un dikabarkan pernah memakai paspor palsu untuk berpergian ke beberapa negara pada 1990-an silam. Dia dikabarkan sempat berkunjung ke Disneyland yang berada di Tokyo, Jepang menggunakan paspor palsunya.
Mengutip laporan Reuters yang terbit pada 2018, Kim Jong Un bersama ayahnya Kim Jong II menggunakan paspor Brazil palsunya untuk membuat visa yang digunakan untuk berpergian ke beberapa negara barat.
"Mereka menggunakan paspor Brazil yang jelas-jelas menggunakan foto Kim Jong Un dan Kim Jong II, untuk mendapatkan visa dari kedutaan asing." kata seorang narasumber senior keamanan barat dengan identitas anonim.
Kedutaan Korea Utara di Brazil tidak memberikan komentar apapun. Kementrian luar negeri Brazil dikabarkan sedang menyelidikinya.
Dua paspor Brasil dengan foto Kim atas nama Josef Pwag dan Ijong Tchoi digunakan untuk mengajukan visa di setidaknya dua negara Barat. Belum jelas apakah terdapat visa yang diterbitkan. Paspor tersebut kemungkinan digunakan untuk mengunjungi Brasil, Jepang, dan Hong Kong.
Paspor dengan foto Jong Un diterbitkan atas nama Josef Pwag dengan tanggal lahir 1 Februari 1983.
Dengan sedikitnya informasi yang diketahui tentang Jong Un, bahkan tanggal lahirnya pun diperdebatkan. Ia diperkirakan berusia 12 sampai 14 tahun ketika paspor Brasil dikeluarkan.
Diketahui Jong Un pernah bersekolah di sekolah internasional di Berne, Swiss, yang mana ia berpura-pura menjadi anak seorang sopir kedutaan.
Paspor Jong Il diterbitkan atas nama Ijong Tchoi dengan tanggal lahir 4 April 1940. Jong Il meninggal pada tahun 2011. Tanggal lahir sebenarnya adalah pada tahun 1941. Kedua paspor mencantumkan tempat kelahiran pemegang sebagai Sao Paulo, Brasil.
Sebuah koran di Jepang bernama Yomiuri Shimbun melaporkan pada tahun 2011 bahwa Jong Un mengunjungi Tokyo saat dirinya masih kecil menggunakan paspor Brasil pada tahun 1991, sebelum tanggal penerbitan dua paspor Brasil tersebut.
Kedua anak laki-laki tersebut ditemani oleh hampir 10 orang dewasa selama perjalanan ini, yang diklaim oleh NHK sebagai pejabat dari Korea Utara.
Dokabarkan juga bahwa ibu mereka, Ko Yong-hi, seorang penari etnis Korea kelahiran Jepang, memasuki Jepang beberapa hari kemudian untuk bergabung dengan mereka.
Pihak berwenang diberi tahu bahwa ada warga Korea Utara yang telah masuk ke Jepang menggunakan identitas palsu dan dokumen palsu, yang mengarah pada peluncuran penyelidikan, lapor Yomiui.
(Susi Susanti)