Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KBRI Tokyo: 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang, Bantuan Terus Disalurkan

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2026 |17:13 WIB
KBRI Tokyo: 214 WNI Terdampak Gempa M7,1 di Kumamoto Jepang, Bantuan Terus Disalurkan
KBRI Tokyo salurkan bantuan bagi WNI korban gempa Kumamoto. (Foto: KBRI Tokyo)
A
A
A

JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) pascagempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026). Saat ini, sebanyak 214 WNI dilaporkan terkena dampak langsung dari bencana tersebut.

Berdasarkan pendataan KBRI Tokyo per Desember 2025, terdapat 5.032 WNI yang bermukim di Prefektur Kumamoto. Dari jumlah tersebut, 214 orang terdampak gempa yang menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah Kumamoto.

Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo yang dipimpin Sekretaris Pertama Fungsi Protokol dan Konsuler, Hernawan Bagaskoro Abid, sejak Sabtu (1/8/2026) melakukan penyisiran ke wilayah Uto, Uki, dan Yatsushiro. Tim menyalurkan bantuan berupa air mineral, bahan makanan pokok instan, serta peralatan makan kepada WNI di tiga wilayah tersebut yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengatakan KBRI Tokyo bersama berbagai komunitas Indonesia di Jepang terus memperkuat koordinasi dalam penyaluran bantuan bagi para WNI terdampak. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada simpul-simpul masyarakat Indonesia yang turut membantu proses komunikasi dan distribusi bantuan.

“Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo terus memberikan bantuan langsung kepada WNI terdampak gempa Kumamoto. Dari pantauan di lokasi bencana, sejumlah WNI ada yang sudah kembali ke hunian, ada pula yang masih tinggal di lokasi penampungan yang disediakan Pemerintah Daerah setempat. WNI yang tinggal di lokasi penampungan rata-rata karena area huniannya mengalami kerusakan dan keterbatasan air bersih,” kata Dubes Kartini dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, kondisi para WNI mulai berangsur membaik. Sebagian di antaranya bahkan telah kembali bekerja meski masih menghadapi dampak kerusakan di lingkungan tempat tinggal.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement