JAKARTA - Seorang pendeta menawarkan diri untuk menjadi mediator dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) teroris, untuk membebaskan pilot Susi Air, Philip Max Mehrtens, yang telah disandera hampir tiga bulan.
Pendeta tersebut bernama Benny Giay. Pria kelahiran 12 Januari 1955 di Desa Onago, Distrik Waketei itu diketahui mantan Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) Papua.
Benny Giay juga seorang Teolog, Antropolog dan Aktivis. Ia dikenal karena kegiatannya dalam rekonsiliasi untuk melindungi hak-hak orang Papua di Nugini Barat, yang dikuasai oleh Indonesia.
Benny Giay mengatakan, masyarakat yang tinggal di sejumlah distrik di Kabupaten Nduga telah diungsikan sejak TNI-Polri melancarkan operasi keamanan pasca penculikan pilot Susi Air oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya.
Mereka yang diungsikan itu, sambungnya, hidup dalam ketidakpastian tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan makanan.
"Keadaan di sana sangat memprihatinkan. Sehingga kami pikir ada baiknya ada pihak ketiga yang memediasi," ujar Pendeta Benny Giay dilansir BBC Indonesia.
Benny Giay Minta Pemerintah Menarik Pasukan di Kabupaten Nduga
Pendeta Benny Giay mengatakan, keyakinan bisa memediasi kedua pihak ini datang dari pengalaman tahun 2001 lalu.