JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menjadi salah seorang tokoh yang dirumorkan menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari Ganjar Pranowo.
Nasaruddin lebih memilih untuk melaksanakan Sholat Istikharah terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah menerima atau menolak dicalonkan sebagai pendamping Ganjar Pranowo.
Ia pun menyebut bahwa saat ini lebih nyaman mengurus umat dibandingkan terjun ke dunia politik. "Saya kira kami tidak pernah dukung apapun. Kami lebih enjoy mengurus umat," ucap Nasaruddin di Kantor KPU, Jumat 19 Mei 2023.
Berikut profil dan Biodata Nasaruddin Umar:
Nasaruddin Umar merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Menteri Agama (Wamenag) pada 2011-2014.
Ia juga merupakan pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag.
Nasaruddin Umar juga anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.
Selain itu, Nasaruddin Umar juga pernah menjabat sebagai salah satu Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2022-2027.
Pada 3 November 2019 itu, dalam Musyawarah Nasional (Munas) BP4 XVI di Jakarta, Nasaruddin Umar, terpilih sebagai Ketua Umum BP4 periode 2019-2024.
Dia juga terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As'adiyah pada Muktamar As'adiyah ke-XV di Sengkang tahun 2022.
Pendidikan Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar melakukan studi pascasarjana di IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan mendapatkan gelar Magister (1992) serta doktoral (PhD) pada 1998.
Selama studi kedoktorannya, Nasaruddin Umar sempat menjadi salah satu mahasiswa yang menjalani Program PhD di Universitas McGill, Montreal, Kanada pada 1993-1994, dan juga sebagai salah satu mahasiswa yang menjalani Program Ph.D di Universitas Leiden, Belanda, pada 1994-1995.
Setelah mendapatkan gelar doktoral, ia pernah menjadi sarjana tamu di Shopia University, Tokyo pada 2001, sarjana tamu di SOAS University of London pada 2001-2002, dan sarjana tamu di Georgetown University, Washington DC pada 2003-2004.
Dia adalah penulis dari 12 buku yang di antaranya Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Alquran (Paramadina, 1999). Isinya yang menjabarkan hasil penelitian mengenai bias gender dalam Quran.
- SDN 6 tahun, di Ujung-Bone 1970
- Madrasah Ibtida'iyah 6 tahun, diPesantren As'adiyah Sengkang, 1971.
- PGA 4 Thn, di pesantren As'adiyah Sengkang, 1974
- PGA 6 Thn, di Pesantren As'adiyah Sengkang 1976
- Sarjana Muda, Fakultas Syari'ah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1980
- Sarjana Lengkap (Sarjana Teladan) Fakultas Syari'ah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1984
- Program S2 (tanpa tesis) IAIN syarif Hidayatullah Jakarta, 1990-1992.
- Program S3 (alumni Terbaik) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan disertasi tentang" Perspektif Jender Dalam al-qur'an, 1993-1998.
- Visiting Student di Mc Gill University canada, 1993-1994
- Visiting Student di Leiden University Belanda, 1994/1995
- Sandwich program di Paris University Prancis, 1995
- Penelitian kepustakaan perguruan tinggi di Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Belanda, Belgia, Italia, Ankara, Istanbul, Srilanka, Korea Selatan, Saudi Arabia, Mesir, Abu Dhabi, Yordania, Palestina, dan Singapore, Kualalumpur, Manila.
- Guru Besar dalam bidang Tafsir pada Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 12 Januari 2002.
(Fakhrizal Fakhri )