Bencana Sepekan Terakhir: 4 Banjir Rob dan 6 Karhutla

Binti Mufarida, Jurnalis
Senin 22 Mei 2023 17:28 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 4 kali kejadian banjir dan 6 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama sepekan terakhir atau periode 15 hingga 21 Mei 2023.

“Total rekapitulasi kejadian bencana dalam satu minggu, tanggal 15 sampai 21 sekarang kita sudah di Minggu ke-3 bulan Mei, kalau kita lihat distribusinya banjir sekarang dalam tanda kutip hanya 4 kali, kebakaran hutan 6 kali, jadi sudah lebih banyak kebakaran hutan daripada banjir,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing secara virtual, Senin (22/5/2023).

Aam sapaan akrab Abdul Muhari mengatakan banjir yang terjadi selama sepekan terakhir bukan dikarenakan banjir hulu tetapi banjir rob atau pesisir akibat adanya daya tarik fase bulan baru.

“Khusus untuk banjir sebenarnya banjir yang terjadi di minggu terakhir ini, bukan banjir dari hulu tapi banjir dari laut banjir rob yang lebih banyak disebabkan oleh faktor luar angkasa-nya ya, dari daya tarik fase bulan baru kemudian pasang surut lebih tinggi dari biasanya, sehingga air masuk ke darat lebih dalam dari biasanya,” kata Aam.

“Tetapi ini kalau kondisi lingkungan pesisirnya normal maka ini tidak akan mengganggu. Nah, kondisi lingkungan rusak ini yang kemudian membuat fenomena ini menjadi banjir,” tambahnya.

Sementara itu, kata Aam, kejadian cuaca ekstrem juga masih terjadi karena saat ini masih berada pada peralihan dari hujan ke kemarau. Namun, kejadian bencana yang paling banyak saat ini karhutla terutama di Kalimantan dan Sumatera.

“Distribusi secara spasial kita lihat kebakaran hutan dan lahan seperti yang kita biasa waspadai Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan di Aceh. Aceh sudah cukup sering frekuensinya meskipun secara historis tiga provinsi yang paling rawan karhutla itu sebenarnya adalah Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan,” ungkap Aam.

Lebih lanjut, Aam mengingatkan tiga provinsi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan juga harus diwaspadai potensi karhutla. “Kita lihat tergantung dari pola curah hujan yang ada kiranya pola curah hujannya memang sedikit atau suhunya lebih panas maka yang tiga provinsi yang menjadi kawasan rawan karhutla di Sumatera dan Kalimantan ini juga akan menjadi fokus perhatian kita untuk mitigasi karhutla.”

“Secara umum kita lihat sekilas saja bahwa kalau biasanya itu kita melihat banjir, sekarang kita melihat cuaca ekstrem dan karhutla,” tandasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya