Kura-kura jenis tuntong laut ini lebih banyak menghabiskan waktu di air. Namun jika sudah tiba waktu pagi atau sore, mereka akan ke darat untuk berjemur. Tuntong laut termasuk satwa yang jinak, mereka tidak menyerang. Bahkan jika mereka merasa terancam, mereka akan bersembunyi di cangkangnya atau pergi menjauh. Tuntong laut juga termasuk hewan herbivora yang menyukai vegetasi di tepi sungai, seperti daun, buah mangrove, tunas mangrove dan rumput liar sungai.
Salah satu hal yang mengancam populasi tuntong laut adalah rusaknya hutan bakau (mangrove), yang merupakan habitat utama tuntong laut. Dengan rusaknya hutan bakau, maka populasi mereka akan terancam karena kehilangan tempat tinggalnya. Ancaman lainnya adalah aktivitas perburuan liar dengan tujuan memperjualbelikan satwa tersebut. Saat ini, populasi tuntong laut terkategorikan Critically Endangered (CR) menurut IUCN Red List. Pemerintah Indonesia pun memasukkan tuntong laut sebagai spesies dengan prioritas konservasi yang tinggi.
(Qur'anul Hidayat)