Badan yang diketuai oleh Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat, dibantu dua Wakil Ketua yaitu seorang Jepang bernama Yoshido Ichibangse dan R.P.Soeroso ini dalam sidang pertama membahas tentang dasar negara Indonesia. Ini pada hakekatnya memberi peluang dan kesempatan kepada para anggota untuk menghindari kemauan pihak Jepang yang meminta BPUPK mengadakan persiapan-persiapan secara terperinci lebih dahulu.
Tepat di hari terakhir, pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menjawab pertanyaan tersebut. Ia menjawab dengan lima sila yang diusulkan untuk dijadikan Dasar Negara Indonesia Merdeka.
Kelima Sila tersebut antara lain: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Mantan Ketua BPUPK Dr. Radjiman Wedyodiningrat yang turut hadir menyebut pidato Ir. Soekarno itu berisi "Lahirnya Pancasila,". Dari situlah nama gedung Pancasila berasal.
(RIN)
(Rani Hardjanti)