Sarwo Edhie Amankan Sejumlah Aksi Mahasiswa Pasca-Pembunuhan 6 Jenderal

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 05 Juni 2023 06:01 WIB
Sarwo Edhie Wibowo (foto: dok ist)
Share :

Di akhir rapat akbar itu, mahasiswa menyodorkan naskah Tiga Tuntutan Rakyat alias Tritura kepada Sarwo Edhie. Isi Tritura adalah bubarkan PKI, susun kembali Kabinet Dwikora, dan turunkan harga sandang-pangan. "Kalau mahasiswa merasa yakin, saya anjurkan jalan terus. Tritura adalah hati nurani rakyat," kata Sarwo Edhie, disambut sorak-sorai mahasiswa.

Setelah Sarwo Edhie turun dari panggung, massa mahasiswa segera bergerak menuju Sekretariat Negara untuk berunjuk rasa. Di sana, naskah Tritura dibacakan di depan Wakil Perdana Menteri Chaerul Saleh. Mahasiswa juga menyatakan mogok kuliah sampai ketiga tuntutan mereka dipenuhi pemerintah.

Relasi mahasiswa dan tentara bertambah dekat seiring dengan makin seringnya terjadi kericuhan antara massa pendukung Sukarno dan para mahasiswa. Pada bulan-bulan pertama 1966, mahasiswa memang makin sering mengadakan unjuk rasa di depan Istana, dan makin kencang menuntut pembubaran PKI sesuatu yang berulang kali ditolak Presiden Sukarno. Semua aksi mahasiswa itu diam-diam dipantau dan dilindungi RPKAD.

Suasana makin gawat setelah mahasiswa bentrok dengan pasukan pengawal presiden, Cakrabirawa, pada 24 Februari 1966. Seorang mahasiswa, Arief Rachman Hakim, tewas. "Kami lalu minta RPKAD melatih mahasiswa," kata Fahmi Idris.

Setelah insiden itu, mahasiswa membentuk Resimen Arief Rachman Hakim-sebuah komando aksi yang sebagian anggotanya menerima pendidikan militer. "Kami juga dipinjami pistol," kata Fahmi bangga. Belakangan, nama resimen itu diganti. "Setelah diskusi dengan Pak Sarwo, beliau menyarankan namanya diganti jadi Laskar Arief Rachman Hakim saja," kata Fahmi, yang kemudian menjadi pemimpin pasukan mahasiswa itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya