Terlihat jelas bahwa Nadir ketakutan dan tertekan saat berbicara.
"Hidup kami telah hancur. Tidak ada yang berarti bagiku lagi. Aku berada di titik terendah yang pernah aku alami. Istriku sangat terganggu. Dia tidak tahan berada di rumah kami di mana putri kami meninggal,” ujarnya.
BBC telah menghubungkan keluarganya dan orang lain yang dikutip dalam artikel ini dengan ahli kesehatan mental.
Ayah dari seorang wanita berusia awal dua puluhan memberi tahu kami apa yang dia yakini sebagai alasan di balik bunuh diri putrinya.
"Dia ingin menjadi dokter. Ketika sekolah ditutup, dia tertekan dan kesal," katanya.
"Tapi itu setelah dia tidak diizinkan untuk mengikuti ujian masuk universitas, saat itulah dia kehilangan semua harapan. Itu adalah kehilangan yang tak tertahankan," tambahnya, lalu tiba-tiba berhenti dan mulai menangis.
Kisah-kisah lain yang BBC dengar juga memiliki kisah serupa, yakni gadis dan wanita muda yang tidak mampu menghadapi hidup mereka, dan masa depan terhenti.
BBC berbicara dengan seorang guru, Meher, yang memberi tahu BBC bahwa dia telah mencoba bunuh diri dua kali.
"Taliban menutup universitas untuk wanita, jadi saya kehilangan pekerjaan. Saya dulunya adalah pencari nafkah keluarga saya. Dan sekarang saya tidak bisa menanggung biayanya. Itu benar-benar mempengaruhi saya," katanya.