Rekam Jejak Gajah Enggon, Pengganti Gajah Mada di Patih Amangkubhumi Majapahit

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 12 Juni 2023 06:50 WIB
Gajah Mada/Foto: Wikipedia
Share :

 

JAKARTA - Kehilangan Gajah Mada membuat sistem dan jalannya pemerintahan di Kerajaan Majapahit sedikit kacau. Pasalnya peran Gajah Mada yang sempat diemban oleh Hayam Wuruk dengan peran ganda akhirnya tak mampu dijalankan juga.

Total selama tiga tahun Kakawin Pararaton mendeskripsikan bagaimana kekosongan jabatan Patih Amangkubhumi yang sebelumnya diemban Gajah Mada. Memang ketika Hayam Wuruk juga menjabat sebagai Patih Amangkubhumi atau layaknya jabatan perdana menteri, Hayam Wuruk diberi kesempatan lebih leluasa dalam menggalang pemerintahan.

 BACA JUGA:

Namun konon kecakapan Gajah Mada yang tak mudah dilupakan oleh Hayam Wuruk membuatnya sulit melakukan dua tugas dalam satu waktu. Akhirnya pada tahun 1367 sebagaimana dikutip dari "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit", dari Prof. Slamet Muljana kekosongan itu dengan diisi oleh Gajah Enggon.

Gajah Enggon menjadi Patih Amangkubhumi selama 27 tahun. Ia mangkat pada tahun 1398, lalu digantikan oleh Gajah Lembana. Gajah Enggon sebagai Patih Amangkubhumi tidak sekuat Gajah Mada, sehingga tetap terbuka kesempatan bagi Sri Wijayarajasa untuk meneruskan menggalang kekuasaan.

 BACA JUGA:

Di masa Gajah Enggon ketika menjabat Patih Amangkubhumi pula, Kerajaan Majapahit di Kedaton Timur muncul. Demikianlah timbulnya Kedaton Timur itu akibat ambisi Sri Wijayarajasa untuk berkuasa, ketika jabatan Patih Amangkubhumi dipegang oleh Gajah Enggon, yang dalam menjalankan tugasnya tidak sekuat Gajah Mada.

Pengiriman utusan dari Kedaton Wetan ke negeri Cina pada tahun 1377 dimaksudkan untuk memperoleh pengakuan dari Kaisar Cina, namun usaha itu mengalami kegagalan. Sampai ajalnya pada tahun 1388, Sri Wijayarajasa tidak pernah mendapat pengakuan dari Kaisar Cina sebagai penguasa Kerajaan Timur.

Lagi pula pada waktu itu Majapahit sedang terlibat dalam sengketa segi tiga antara Majapahit, Suwarnabhumi dan Cina, akibat peperangan antara Majapahit dan Suwarnabhumi. Utusan dari Kedaton Wetan tidak dapat diterima oleh Kaisar, bahkan nasibnya lebih jelek lagi. Utusan itu malah ditahan.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya