Fenomena konten kreator yang didominasi anak-anak belia dan usia muda memang sebuah hal yang patut didorong sebagai bagian dari memberi ruang kreatif. Akan tetapi, ketika bahaya mengintai mereka, maka sudah sepantasnya kita semua harus beramai-ramai mengingatkan agar tidak terjadi hal-hal buruk.
Satu hal yang pasti dan perlu untuk disarankan kepada para pemerhati sosial adalah melakukan penelitian mendalam mengenai fenomena addict media sosial dan dampaknya pada hilangnya kesadaran akan eksistensi diri secara riil bukan secara imajiner. Secara riil, menghadang truk adalah bahaya.
Lompat dari gedung bertingkat adalah bahaya. Bermain dengan air pantai yang gelombangnya deras adalah bahaya. Bukan eksistensi diri secara semu bahwa dunia akan bertepuk tangan dan berkata 'wow', karena seolah tidak akan terjadi apa-apa ketika ditabrak truk atau jatuh dari gedung bertingkat atau digulung ombak.
(Khafid Mardiyansyah)